Karenatidak memakai jilbab merupakan kewajiban yang tidak dilaksanakan. Azab yang diberikan oleh Allah SWT tidak hanya menimpa wanita itu sendiri. Namun juga menimpa ayahnya, saudara laki-lakinya, dan juga suaminya kelak. "Selangkah anak perempuan keluar dari rumah tanpa menutup aurat, maka selangkah juga ayahnya hampir ke neraka." (HR. Sedangsyarat-syarat jilbab yang benar di antaranya adalah: tidak tipis/transparan, tidak ketat sehingga nampak lelukan tubuhnya, dan tidak kecil sehingga bagian dada kemungkinan nampak dan tidak tertutupi. Jilbabyang dikenakan untuk menutupi tubuh wanita tidak boleh tipis dan menerawang sehingga akan Nampak bagian dalam pakaian yang dikenakan. Longgar dan tidak ketat Syarat yang berikutnya adalah jilbab tidak boleh ketat dan menampakkan lekuk tubuh. Jilbab yang syar'I haruslah longgar dan panjang sehingga dapat menutup aurat dengan sempurna. Dengandemikian, maka masalah memakai jilbab adalah sama dengan masalah menutup aurat bagi wanita. Dalam hal menutup aurat bagi wanita ini menurut madzhab Hanafi, Maliki, Syafii dan Hambali, disebutkan dalam kitab al Fiqhul Islamy wa Adillatuhu karangan Dr. Wahbah az Zuhaili (terbitan Darul Fikr) juz 1 halaman 584-594 sebagai berikut: Salahsatu perintah Allah terkait dengan mereka kaum perempuan adalah masalah menutup aurat, dengan salah satunya memakai jilbab, sebagaimana firman Allah dalam surat an-Nur (24) ayat 31di atas. Namun jiwa manusia, menurut al-Qur'an diberikan dua potensi atau kecenderungan, yaitu potensi berbuat baik (taqwa) dan potensi berbuat buruk (fujur), sebagaimana firman Allah dalam surat asy-Syams (91) ayat 7-8: MeXxrT. Home Fashion Anisalestari Beautynesia Minggu, 14 Jul 2019 1000 WIB Menutup aurat bagi seorang muslimah merupakan sebuah kewajiban. Ada aturan-aturan yang harus dipatuhi. Meski saat ini perkembangan fashion muslim berkembang pesat dengan variasinya, ada aturan-aturan di mana wanita muslimah harus mematuhi. Sayangnya, masih banyak orang yang melakukan kesalahan dalam mengenakannya. Apa sajakah itu?Hijab Tidak Menutup DadaSalah satu aturan saat mengenakan hijab ialah menutup dada. Namun saat ini tak sedikit orang yang mengenakan hijab dengan melilitkannya ke leher sehingga bagian dada dibiarkan terlihat begitu saja, sehingga secara tidak langsung bentuk dada masih terlihat. Maka dari itu julurkan jilbab pashmina maupun segitiga agar dada dapat tertutup atau kenakanlah hijab yang syar'i sehingga bagian dada tertutup. Foto Istimewa TurbanSaat ini pemakaian turban bagi para muslimah memang sudah menjadi tren. Mereka menyiasati bagian leher agar tidak terlihat dengan pemakaian ciput ninja bahkan ditambahkan aksesoris, seperti anting untuk membuat penampilannya terlihat lebih fashionable. Meski terlihat modis namun penggunaan turban menyalahi aturan penggunaan hijab. Dimana seharusnya hijab dapat menutupi bagian leher yang menjadi bagian dari aurat dan menutup dada sudah dikesampingkan. Foto Istimewa Jilbab TransparanSaat ini banyak sekali pilihan hijab yang ada, namun sayangnya masih banyak para muslimah yang mengenakan hijab berbahan tipis dan menerawang. Padahal esensi dari berhijab adalah menutup. Maka apabila mengenakan hijab yang dikenakan masih menerawang maka aturan dalam berhijab tidak terpenuhi. Untuk itu, lipatlah hijab segiempat menjadi segitiga agar tidak terlalu menerawang dan jangan lupa untuk menggunakan inner agar rambut benar-benar tidak terlihat. Foto Istimewa Rambut Yang Masih TerlihatSaat ini masih banyak muslimah yang mengenakan hijab dengan model rambut bagian atas terlihat sedikit, dan dianggap sebagai tren fashion hijab kekinian. Meski sedikit, namun rambut merupakan aurat yang tidak boleh terlihat sama sekali. Untuk itu apabila memakai hijab tetapi rambut masih kelihatan, hijab tersebut bukan berfungsi menutup aurat melainkan hanya aksesoris saja, tentu saja hal ini sudah melenceng dari aturan agama. Foto Istimewa Pakaian KetatMemilih pakaian menjadi salah satu bagian penting dalam berhijab. Ada aturan-aturan yang perlu dipatuhi, yaitu tidak boleh mengenakan pakaian yang ketat dan menerawang. Dengan perkembangan fashion hijab saat ini masih banyak yang belum memenuhi kaidah-kaidah tersebut. Sehingga banyak para muslimah yang mengenakan pakaian ketat bahkan sampai membentuk lekuk tubuh dengan alasan mengikuti tren. Padahal pakaian longgar dan tidak menerawang merupakan keharusan bagi muslimah saat berhijab. Foto Istimewa Tidak salah apabila ingin mengikuti fashion maupun tren saat berhijab. Namun jangan sampai menyalahi aturan yang sudah ditetapkan oleh agama. Maka dari itu apabila kesalahan-kesalahan ini masih dilakukan cobalah untuk diperbaiki secara perlahan-lahan.kik/kik Komentar Belum ada yang pertama memberikan komentar. RELATED ARTICLE Seorang Wanita diwajibkan untuk menutupi tubuhnya kecuali wajah dan telapak tangan. Namun bagaimana dengan status wanita yang berhijab namun tidak menutupi dada? Simak penjelasan di bawah diketahui bahwa seorang muslimah diwajibkan menutup auratnya dengan cara berhijab, Rasulullah SAW pernah bersabda, “Sesungguhnya seorang wanita, apabila telah baligh mengalami haid, tidak layak tampak dari tubuhnya kecuali ini dan ini seraya menunjuk muka dan telapak tangannya.”HR. Abu Daud.Belakangan ini banyak sekali trend kekinian yang dampaknya tidak dari style pria, pun wanita muslimah. Trend tersebut mendominasi sebagian kaum wanita dalam berpakaian. Contohnya seperti dalam mode hijab berasal dari kata jalbaba yang berarti memakai baju kurung. Sebagian ulama berpendapat bahwa jilbab sendiri adalah baju kurung dan ulama lainnya mengartikannya baju wanita yang longgar yang dapat menutupi kepala dan Ibnu Abbas sendiri jilbab adalah jubah yang dapat menutup badan dari atas hingga ke bawah. Sedangkan menurut al-Qurtubiy, jilbab ialah baju yang dapat menutup seluruh dapat disimpulkan mengenai pengertian hijab sendiri bahwa jilbab adalah kerudung yang dapat menutup kepala, dada, dan punggung yang biasa dipakai oleh kaum wanita. Jilbab pun bisa diartikan semacam baju kerudung yang dapat menutup seluruh tubuh yang biasa dipakai kaum Indonesia sendiri, arti kata kerudung memiliki makna sebuah kain untuk menutup kepala dan rambut. Dan dapat disimpulkan bahwa wanita muslimah kerap lupa mengenai fungsi jilbab sebagai penutup anggota badan agar terhindarnya ketidaknyamanan yang ditimbulkan atau bisa menyebabkan hijab ini terdapat dalam Al-Quran surah Al-Ahzab ayat 59,يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًاArtinya “Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”Hukumnya tidak boleh karena cara memakai kerudung seperti itu tidak dianjurkan atau tidak dibenarkan, sebab menyimpang dari ketentuan seorang muslimah tidak mengulurkan kerudungnya ke dada, tapi malah mengikatnya ke belakang mengelilingi leher atau memasukannya ke dalam baju, hal tersebut bisa menimbulkan dosa. Meskipun dadanya ditutup oleh kain firman Allah yang berbunyi di bawah ini,وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّArtinya “Dan hendaklah mereka perempuan beriman menutupkan kain kerudung ke dadanya.” QS. An-Nuur 24 31.Seperti dalam surah An-Nuur di atas bahwa, Allah menyuruh kaum muslimah untuk memakai kerudung dengan cara menutup hingga ke dada. Dan dianjurkan seperti untuk para kaum muslimah sebaiknya tidak mengikuti trend dan mode busana yang menyimpang dari ajaran agama menjadi kewajiban untuk muslimah, untuk memahami dan mengamalkan ayat tentang kerudung tersebut secara sempurna utuh, bukan demi mengikuti trend dan mode yang marak seperti saat ini karena sungguh hal tersebut adalah mengenakan kerudung yang sesuai syariat adalah kain tersebut dibuat secara luas hingga menutupi tubuh di bawahnya seperti dada dan tulang dada serta agar menyelisihi model perempuan dalam Tafsir Fathul Qadir menjelaskan, khimar dimaknai dulunya dimana wanita Arab waktu jika menutupi kepala mereka dengan kain kerudung, maka mereka menguraikan kain kerudung itu ke sebalik punggung sebagaimana lazimnya wanita awam pada saat leher serta kedua telinganya terbuka, kemudian lewat surah An-Nuur ayat 31, Allah memerintahkan untuk melilitkan hijab pada jayub bagian dada dan leher. Saat turunnya ayat tersebut, kaum Muhajirin dan kaum Anshar langsung merespon dengan Muhajirin dan kaum Anshar bahkan tidak sekedar menutup dada, namun mempertebal jilbabnya. Apabila seorang tidak mengenakan kerudung berwarna hitam maka berarti kerudungnya berfungsi sebagai surah An-Nuur ayat 31 di atas telah menjadi syariat kepada kaum muslimah untuk memanjangkan kain penutup ke bagian dada yang diambil dari kata juyuub saku-saku baju. Sehingga jika wanita hanya memakai penutup kepala tanpa memanjangkannya ke dada maka dia belum melaksanakan perintah Allah itu, menghilangkan fungsi dari jilbab itu sendiri sebagai benda yang menutupi aurat. Karena seorang wanita dalam Islam sangat mulia sehingga ketetapan yang Allah SWT berikan digunakan untuk memuliakan wanita itu jika seorang muslimah menggunakan busana pakaia panjang dan lebar sehingga tubuh dan dadanya tidak terbentuk, maka hal tersebut diperbolehkan sehingga fungsi dari jilbabnya menjadi hilang. Tapi bagaimana pun tetap sebagai muslimah yang penuh kecintaan terhadap Allah SWT, sebaiknya kita mengikuti segala hal yang sesuai dengan Al-Quran sebagai pedoman akhirnya, kewajiban menutup aurat memang sudah seharusnya dilakukan yang mana berguna bagi wanita itu sendiriSesungguhnya Allah mencintai hamba-hambanya yang berada di jalannya dengan melaksanakan ketentuan-ketentuan dan menjauhi segala larangannya.

hukum memakai jilbab tidak menutup dada